avivah.co

astronomi komunikasi

Home / EPO / Menulis Press Release
May 10 2013

Menulis Press Release

Dalam tulisan saya sebelumnya tentang Menyajikan Sains Sebagai Santapan Lezat, saya sudah bercerita tentang perlunya komunikasi sains kepada masyarakat. Salah satu cara yang digunakan komunikator dalam menjembatani komunikasi antara ilmuwan dan masyarakat  adalah lewat Press Release.

Press Release bertujuan untuk menyampaikan dengan padat dan jelas gambaran untuh hasil sebuah penelitian yang dihasilkan atau juga pengumuman sebuah kegiatan. Biasaya kalau di Astronomi, press release itu disampaikan saat ada hasil yang menarik, penemuan yang jadi batu loncatan dll untuk diketahui masyarakat. Press release tersebut biasanya merupakan gambaran besar yang mudah dipahami dari makalah aka paper ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional.  Tapi dengan bahasa yang cukup sederhana, padat dan jelas. Selain rilis hasil ilmiah, press release juga dibuat untuk mengumumkan kegiatan-kegiatan astronomi di masyarakat dan memberikan gambaran apa pentingnya kegiatan tersebut.

Dulu, saya mengira menulis press release itu mudah seperti ketika menuliskan atau bercerita tentang sebuah hasil terbaru. Dan press release toh sebuah pengumuman. Saya sendiri pernah menulis rilis untuk kegiatan langitselatan yang “saya yakini” seperti itulah sebuah rilis. Ternyata saya salah!

Beberapa minggu lalu saya “ditegur” kala berbagi press release dari sebuah acara yang saya hadiri di sebuah milis. Teguran tersebut menarik karena mengingatkan saya pada kejadian ketika saya untuk pertama kalinya menulis press release untuk kebutuhan situs tempat saya bekerja.

Prose-IconAkhir tahun 2011 saya mulai bekerja sebagai di Astrosphere New Media dan bertugas untuk mengelola kelangsungan situs 365 Days of Astronomy. Ini salah satu situs komunikasi astronomi juga yang mengambil bentuk media baru yakni menyebarkan cerita astronomi lewat audio podcast setiap harinya. Di akhir tahun 2012, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan 365 Days of Astronomy. Dan saat itulah saya harus membuat press release.

Ceritanya ya saya membuat pengumuman bahwa layanan tersebut tidak akan diteruskan. Jadi saya buatlah sebuah tulisan yang menurut saya adalah press release. Tapi setelah saya kirimkan untuk dikoreksi oleh salah satu editor kami, ternyata tulisan yang saya buat itu tidaklah singkat, padat dan jelas. Beberapa kali dikoreksi sampai kemudian bisa dirilis. Dan ternyata tahun 2013, layanan 365 Days of Astronomy bisa kembali berkiprah untuk menyebarkan ilmu ke masyarakat dunia. Dan sekali lagi saya harus membuat rilis resmi.

Jadi saya ingin sedikit berbagi pengalaman dalam membuat press release untuk layanan 365 Days of Astronomy.

Press release yang dikeluarkan oleh sebuah kantor Education and Public Outreach aka EPO merupakan  konten yang menjelaskan konsep dasar tanpa banyak penjelasan tambahan. Informasi inilah yang akan digunakan oleh jurnalis untuk disebarkan ke masyarakat.

Press release biasanya diisi oleh text yang menjelaskan dan memaparkan fakta dari konten yang hendak disampaikan disertai ilustrasi ataupun foto-foto. Biasanya press release disebar dalam bentuk elektronik. Press release merupakan standar penting dalam menyampaikan hasil sebuah penelitian.

Dalam membuat press release, ada 6 aturan yang harus dipenuhi yakni menjelaskan Apa? Kapan? Dimana? Siapa? Mengapa dan Bagaimana? Dan yang paling utama adalah buat rilis tersebut sesederhana mungkin dengan satu kata kunci dan dimulai dengan poin utama dari hasil sebuah penelitian ilmiah tersebut. Dan kemudian dijelaskan dengan bahasa sederhana dan jelas.

Langkah berikutnya adalah buat Judul yang langsung menjelaskan isi rilis tersebut sekaligus bisa menarik perhatian para wartawan yang sehari-harinya membaca ratusan press release. Apa yang menjadi topik utama pembicaraan jadikan itu sebuah judul. Setelah judul, orang tentunya akan melirik pada paragraf pertama. Jadi pada paragraf pertama inilah seluruh gambaran dari rilis tersebut harus jelas. Disini, pertanyaan siapa yang melakukan riset, apa yang jadi poin utama, lokasi penelitian,organisasi yang terlibat, mengapa penelitian dan hasilnya ini menjadi penting, kapan penelitian dilakukan dan bagaimana riset dikerjakan harus bisa dijawab dalam paragraf pertama.

Penulisan isi juga harus dimulai dengan berita yang penting baru kemudian detil-detil yang tidak terlalu penting di bagian akhir. Selain itu pastikan tidak menulis konten yang panjang dan tidak menggunakan jargon ilmiah apapun. Untuk konten, buatlah dalam 3-600 kata. Semakin pendek semakin baik. Gunakan analogi yang mudah dipahami untuk menjelaskan hal-hal yang rumit.   Dan kalau ada yang perlu dijelaskan, buat penjelasan sesingkat mungkin. Sertakan quote dari si ilmuwan untuk mendapatkan gambaran pentingnya hasil penelitian tersebut dalam gambaran besar yang dibuat dalam rilis.

Satu hal pasti, gunakan bahasa aktif dan term KISS aka Keep it simple, Stupid! sebagai acuan.

Press release harus diakhiri dengan mencantumkan kontak yang bisa dihubungi. Jangan sampai mencantumkan kontak yang tidak bisa dihubungi. Selain itu sediakan juga taut ke situs organisasi, maupun referensi yang dibutuhkan.

Untuk ilustrasi, sediakan juga ilustrasi menarik dengan resolusi tinggi yang bisa digunakan untuk publikasi cetak. Kalau ada animasi atau tambahan lain juga perlu disediakan.

Karena waktu saya menulis rilis itu dibutuhkan kapan baru bisa dipublikasikan, maka ketika membuat rilis pasang juga kapan batas waktu embargo-nya. Ini penting agar publikasi dilakukan bersamaan, apalagi kalau rilis tersebut juga baru akan diterbitkan di jurnal ilmiah yang menetapkan tanggal embargo. Nah biasanya si tanggal embargo press release dibuat bersamaan dengan rilis di jurnal ilmiah. Tujuannya agar berita bisa dirilis secara bersamaan.

Tapi memang ada saja wartawan yang ingin lebih dulu menerbitkan beritanya. Contohnya ketika ditemukan planet di bintang Alpha Centauri. Pada saat itu batas embargo sudah ditetapkan, dan konferensi pers terkait penemuan sudah dilaksanakan dengan penetapan embargo akan dibuka serentak keesokan hari waktu eropa. Ternyata sekitar beberapa belas jam sebelum waktu embargo dilepas, ada wartawan yang sudah mempublikasikan beritanya. Akibatnya jurnal dan seluruh institusi terkait harus melepaskan embargo berita agar semua dipublikasikan bersamaan. Ada sangsi yang diberikan pada si jurnalis.

Itulah sekilas tentang menyiapkan press release yang dilakukan oleh kantor EPO atau Education and Public Outreach atau bisa “disederhanakan” seksi humas sebuah institusi ilmiah. Dan itu juga pelajaran baru yang saya dapatkan dari Astrosphere New Media saat menyiapkan press release untuk layanan 365 Days of Astronomy.

Share this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori